Xtreme Download Manager (Xdman) Free IDM For Linux, Mac OSX & Windows

Xtreme download manager, Xdman merupakan aplikasi downloader yang berjalan dengan java runtime. Pada situs pembuatnya disebutkan bahwa aplikasi ini membutuhkan dukungan JRE versi 6 atau yang lebih baru. Namun dalam pengujian kami pada Ubuntu 13.04, Xdman juga berjalan baik dengan OpenJDK-jre demikian pula dengan Oracle-java 6, 7 dan 8. Karena bekerja dengan java, Xtreme download manager dimungkinkan berjalan di semua sistem operasi yang dapat menjalankan java runtime, tidak terkecuali Linux, Mac OS X serta Windows.

Xdman
Xdman membawa fitur yang menjanjikan kecepatan download 5-6 kali lebih cepat, resumable broken/dead download, meng-capture video format flv dari berbagai situs termasuk YouTube, MySpaceTV, Google Video dan situs-situs penyedia video lain, dukungan kompresi serta fitur download terjadwal. Disamping itu Xdman juga mendukung protokol HTTP, HTTPS dan FTP, firewall, proxy, file redirects, cookies, authorization dan lainnya.

Xdman dapat diintegrasikan dengan mudah pada browser Firefox juga browser lain melaui menu Advanced browser integration. Xtreme download manager dapat langsung digunakan tanpa proses installasi. Ketika pertama dijalankan, Xdman akan menyajikan panduan konfigurasi sehingga kita tinggal mengikutinya saja.

Bagi Anda yang berminat, silahkan download Xdman melalui link download yang kami sediakan di bagian akhir artikel ini. Jangan lupa untuk membaca file readme.txt yang disertakan pada paket yang Anda download untuk panduan penggunaannya.

Berikut adalah tangkapan layar proses konfigurasi serta penggunaan Xtreme download manager.

Xdman
OpenJDK-JRE atau Oracle-java dibutuhkan untuk menjalankan Xdman











Xdman

Xdman

Xdman

Xdman

Xdman
Proses konfigurasi Xdman

Xdman
Integrasi Xdman dengan Firefox









Xdman

Xdman

Xdman
Contoh penggunaan Xdman



Download Xtreme download manager.


Panduan yang mungkin Anda butuhkan:
1. Cara mudah menginstall Oracle Java 6, 7, 8 di Ubuntu.

2. Download Oracle Java JRE for Windows.






Dipublikasikan di:
IDM, Internet Download Manager, IDM for Linux, IDM for Mac, IDM for Windows, Free IDM, Xtreme Download Manager, Xdman, Faster IDM, Free IDM for Linux, Free IDM for Windows

Mudah Mengupgrade ke LibreOffice 4 Di Ubuntu 12.04 / 12.10

The Document Foundation telah resmi merilis versi terbaru dari office suite LibreOffice. LibreOffice 4 datang dengan berbagai kemajuan serta fitur baru yang tidak ada pada versi sebelumnya.

LibreOffice 4 Ubuntu 12.04 / 12.10
Bagi pengguna Ubuntu 12.04 LTS dan Ubuntu 12.10 dipastikan tidak akan mendapatkan update paket LibreOffice ke versi 4 dari repositori resmi Ubuntu. Itu artinya pengguna kedua versi Ubuntu tersebut harus puas dengan LibreOffice 3.xx. Namun demikian, bukan berarti pengguna Ubuntu 12.04 dan 12.10 tidak dapat menginstall sendiri LibreOffice 4, mereka tetap dapat menggunakan versi 4 dengan cara mendownload secara mandiri dari situs resmi LibreOffice atau menggunakan repositori PPA libreoffice team.

Untuk menambahkan repositori PPA libreoffice team dan menginstall LibreOffice 4 di Ubuntu 12.04 dan 12.10, silahkan ikuti panduan berikut ini.

LibreOffice 4 Ubuntu 12.04 / 12.10

Jalankan terminal lalu ketik perintah berikut:

sudo add-apt-repository ppa:libreoffice/ppa

Update repositori dengan perintah berikut:

sudo apt-get update

Tutup jendela terminal. Untuk mengupgrade secara aman dan hanya paket-paket LibreOffice 4 yang ingin Anda update silahkan gunakan package manager semacam Synaptic atau Ubuntu software center. Ini untuk menghindari paket lain yang tidak dikehendaki turut diupdate saat mengupgrade LibreOffice 4.

Jalankan Synaptic, pilih di bagian "Installed (upgradable)" lalu tandai semua paket LibreOffice untuk diupdate. Setelah semua paket yang ingin diupdate selesai ditandai, tekan tombol "Apply" untuk memulai proses upgrade.

LibreOffice 4 Ubuntu 12.04 / 12.10

Selesai upgrade Anda dapat mencoba menjalankan aplikasi LibreOffice yang kini telah menjadi versi 4.




Selamat mencoba...



Dipublikasikan di:
LibreOffice, LibreOffice 4, Ubuntu, LibreOffice 4 on Ubuntu, Tutorial


Mudah Menginstall Oracle Java 7 Di Ubuntu

Beberapa aplikasi membutuhkan dukungan java runtime untuk dapat bekerja atau untuk dapat mengaktifkan semua fiturnya. Beruntung di lingkungan open source memiliki proyek OpenJDK sebagai alternatif jika kita tidak menginstall java yang dikembangkan oleh Oracle. Namun demikian, tidak semua aplikasi java dapat berjalan dengan OpenJDK, beberapa diantaranya harus dijalankan dengan Oracle/SUN java.

Oracle Java 7 Ubuntu
Untuk menginstall Oracle Java 7 kita dapat mendownload secara bebas dari situs resmi Oracle, namun Oracle tidak menyediakan installer dalam paket debian (deb) maupun rpm lagi. Hal tersebut sedikit menyulitkan pengguna terutama saat installasi dan konfigurasi. Cara mudah menginstall Oracle java 7 bagi pengguna Ubuntu dan Debian adalah dengan menambahkan repositori PPA yang menyediakan online installer Oracle Java.

Untuk menginstall Oracle Java 7 di Ubuntu, silahkan ikuti panduan singkat berikut ini.

Jalankan terminal lalu ketik perintah berikut untuk menambahkan repositori PPA:

sudo add-apt-repository ppa:webupd8team/java

Oracle Java 7 Ubuntu

Update repositori dengan memberi perintah berikut:

sudo apt-get update

Install paket lengkap Oracle Java 7 dengan perintah berikut:

sudo apt-get install oracle-java7-installer oracle-jdk7-installer oracle-java7-set-default

Tunggulah beberapa saat, proses installasi ini mungkin memerlukan beberapa waktu bergantung kecepatan koneksi internet Anda.


Bagi pengguna Debian, silahkan ikuti panduan berikut untuk menginstall Oracle Java 7 pada Debian.

Oracle Java 7 Debian

Jalankan terminal lalu berturut-turut ketik perintah-perintah berikut ini:

su -
echo "deb http://ppa.launchpad.net/webupd8team/java/ubuntu precise main" | tee -a /etc/apt/sources.list
echo "deb-src http://ppa.launchpad.net/webupd8team/java/ubuntu precise main" | tee -a /etc/apt/sources.list
apt-key adv --keyserver keyserver.ubuntu.com --recv-keys EEA14886
apt-get update
apt-get install oracle-java7-installer oracle-java7-set-default
exit


Selesai installasi Anda dapat menutup jendela terminal dan mulai menjalankan aplikasi-aplikasi java yang ingin Anda gunakan.

Selamat mencoba...



Sumber: WEB UPD8
Dipublikasikan di:
Oracle Java 7, Oracle Java 7 Ubuntu, Oracle Java 7 Debian, Oracle Java 7 PPA, Oracle/SUN Java 7, Tutorial


Gunakan Preset Winamp Di Audacious

Tutorial semacam ini sebenarnya sudah banyak dijumpai, kami coba menulis ulang cara menggunakan preset Winamp supaya dapat digunakan untuk Audacious.

Audacious
Winamp adalah pemutar audio untuk Windows sementara Audacious merupakan aplikasi serupa yang banyak dijumpai di sistem operasi Linux. Winamp datang dengan pengatur suara yang siap pakai, dan preset tersebut dapat digunakan untuk Audaciuos dengan cara yang sangat mudah.

Download file eq.preset ini, lalu ikuti panduan berikut.

Jalankan nautilus, tekan kombinasi tombol Ctrl+h untuk menampilkan folder dan file yang tersembunyi pada home direktori Anda.

Audacious

Copy lalu paste file eq.preset yang telah Anda downlad ke ~/.config/audacious

Jalankan Audacious, kini Anda dapat mengatur preset melalui tombol "Preset" ---> Load ---> Preset. Pilih warna suara yang Anda sukai melalui jendela preset tersebut.

Audacious

Selamat mencoba...


Dipublikasikan di:
Winamp, Audacious, Winamp preset for Audacious, Audacious preset, Tutorial


Mematikan Plymouth Ubuntu Dengan Aman

Plymouth datang menggantikan Gnome Splash sejak Ubuntu 10.04 dirilis. Menjadi ciri khas Ubuntu hingga kini dan mungkin rilis-rilis berikutnya. Secara default Ubuntu akan menjalankan plymouth mede image jika perangkat memungkinkan dan menggantinya dengan mode text jika perangkat grafis tidak terdukung saat sistem dijalankan.


Kebanyakan pengguna ubuntu datang mencari cara mengganti atau mengubah theme splash Plymouth, namun kali ini kami justru akan menyampaikan cara mematikan plymouth pada Ubuntu dengan cara aman, bukan dengan cara meremove paket-paket plymouthnya. Cara tersebut adalah dengan mematikan plymouth dari konfigurasi grub.

Untuk mematikan plymouth melalui grub, silahkan jalankan terminal lalu ketik perintah berikut:

sudo gedit /etc/default/grub

Pada jendela gedit yang telah terbuka, cari baris yang isinya seperti berikut ini:

GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash"

Hapus bagian "quiet splash" dan hanyanya menyisakan tanda kutip saja ( "" ), sehingga baris tersebut menjadi seperti berikut ini:

GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT=""


Simpan perubahan lalu tutup jendela gedit.

Masih pada terminal, ketik perintah berikut untuk mengupdate grub:

sudo update-grub2 atau sudo update-grub

Silahkan restart komputer Anda, kini plymouth tidak akan ditampilkan lagi dan Anda dapat mengamati proses saat sistem sedang dijalankan.


Untuk mengembalikan plymouth jika Anda menghendaki, silahkan ulangi cara di atas dan mengembalikan baris yang sudah dihapus seperti keadaan semula dan mengupdate grub kembali.


Selamat mencoba...



Dipublikasikan di:
Plymouth, Ubuntu, Remove plymouth, Linux, Tutorial


Setting Jaringan VirtualBox Untuk Virtual Server - Belajar Kreatif Dalam Belajar

Minimnya sarana jangan pernah dijadikan sebagai penghalang untuk menimba ilmu. Begitupun kalau kita ingin belajar menyusun server, tidak perlu menunggu hingga memiliki dua komputer atau lebih. Sebuah PC sudah cukup, selebihnya adalah kreatifitas kita sendiri.

Virtual Server
Menyusun server tanpa jaringan?, hampir mustahil. Bukan masalah bisa atau tidaknya sebuah komputer diinstall aplikasi-aplikasi server, namun apa gunanya menyusun server tanpa jaringan yang memfungsikannya sebagai server. Sehingga untuk belajar menyusun server kita membutuhkan suatu jaringan dan jaringan hanya bisa dibentuk jika ada dua perangkat komputer atau lebih. Laboratorium komputer adalah tempat yang paling tepat untuk kebutuhan itu, dan kita bisa memiliki laboratorium komputer sendiri hanya dengan sebuah PC di mana VirtualBox terinstall di dalamnya.

Cukup dengan omong kosong yang tak berujung pangkal dan tidak akan pernah membawa kita kemana-mana.

Tutorial ini ditujukan bagi Anda yang ingin belajar menyusun server sendiri dengan membangun jaringan pada sebuah komputer memanfaatkan software virtualisasi VirtualBox. Hanya akan membahas setting VirtualBox supaya sistem host dapat terhubung dengan virtual server (guest) menggunakan proxy yang diinstall pada mesin virtual, dan sebaliknya, sistem guest dapat memanfaatkan koneksi internet yang dimiliki host untuk terhubung dan menghubungkan ke jaringan yang lebih luas.

Dengan demikian, tutorial ini bukanlah panduan yang tepat bagi Anda yang ingin belajar setting aplikasi-aplikasi server semacam squid, apache, bind dan lain sebagainya. Sehingga, kami berharap dalam mengikuti panduan ini sekurangnya Anda sudah lebih dulu mempelajari dan menguasai software-software tersebut.

Apa yang kami gunakan, informasi awal dan apa yang dibutuhkan dalam tutorial ini.

Kami menggunakan Ubuntu 12.10 sebagai sistem host. Dengan VirtualBox kami telah membuat sebuah mesin virtual dengan nama "Debian-Server" yang di dalamnya kami install Debian 6 lengkap dengan aplikasi-aplikasi server (squid, apache, bind, dll) dan sebuah aplikasi administratif WebMin. Anda dapat menggunakan dan menyesuaikan dengan distro lain yang Anda sukai.

Berikut adalah link download aplikasi utama dan pendukung yang kami gunakan:

Mengaktifkan network adapter mode Host Only menggunakan vboxnet1 dengan IP 10.1.1.10/24 yang dihubungkan dengan ETH0 pada server virtual dengan IP 10.1.1.1/24. Menggunakan network adapter kedua dengan mode NAT yang dihubungkan dengan ETH1 (automatic (DHCP)) pada server virtual untuk memanfaatkan koneksi internet dengan modem USB (ppp0) yang dimiliki host oleh server virtual sebagai guest sistem.


Pertama, buat koneksi mode Host Only dengan mengaktifkan adapter vboxnet1 (vboxnet0, vboxnet1, vboxnet2 atau lainnya). Jalankan VirtualBox, pilih menu File ---> Preferences, pada VirtualBox Settings pilih bagian Network lalu tambahkan sebuah vboxnet adapter (untuk lebih jelasnya mengenai pengaturan jaringan Host Only pada VirtualBox dapat merujuk pada artikel ini). Pilih adapter vboxnet yang baru saja dibuat lalu tekan tombol "Edit Host-Only Network" untuk mengatur IP, lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server

Selesai mengaktifkan Host-Only Network dan mengatur IP, tutup jendela VirtualBox Settings untuk kembali ke jendela utama VirtualBox.

Kedua, pada jendela VirtualBox, pilih mesin virtual yang sudah dibuat (pada contoh ini kami membuat mesin virtual dengan nama Debian-Server) lalu tekan tombol "Settings", pada jendela settings, pilih bagian "Network". Aktifkan "Adapter 1" lalau atur sebagai jaringan "Host-Only Adapter" dengan memilih vboxnet adapater yang telah Anda siapkan pada langkah sebelumnya. Pada sistem kami, adapter 1 ini dikenali sebagai ETH0 pada server virtual. Berikutnya, aktifkan "Adapter 2" lalu atur sebagai koneksi "NAT", pada sistem kami, adapter 2 ini dikenali sebagai ETH1. lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server

Dua jenis jaringan yang dibutuhkan untuk menghubungkan host dengan guest dan sebaliknya selesai kita buat. Untuk selanjutnya Anda dapat menjalankan mesin virtual tersebut untuk menginstall distro lengkap dengan paket-paket server yang ingin digunakan. Install juga aplikasi-aplikasi tambahan seperti Webmin, Monitorix dan phpSysInfo jika Anda ingin menggunakan mode GUI untuk pengaturan dan monitoring server yang dibuat. Namun Anda tetap memiliki kebebasan untuk menggunakan mode CLI dalam pengaturan server dengan menyesuaikan sendiri langkah-langkah berikutnya.

Setelah server pada mesin virtual siap digunakan termasuk pengaturan ETH0 (yang terhubung dengan vboxnet1 dalam contoh kami) pada server telah disetting dengan IP 10.1.1.1/24, jalankan browser pada host untuk mengakses WebMin yang sudah diinstall pada server virtual. WebMin dapat Anda akses dengan mengetik IP server dengan port 10000 pada address bar, contoh: https://10.1.1.1:10000/, setelah login ke dalam WebMin Anda dapat memeriksa konfigurasi interface jaringan pada server dengan memilih bagian Networking - Network Configuration tab Active Now...

Virtual Server



Menghubungkan Host dengan proxy server Guest.

Karena server virtual juga terhubung dengan host menggunaan mode NAT, maka jika host memiliki koneksi internet maka secara otomatis virtual server juga dapat menggunakan koneksi internet tersebut. Dengan asumsi Anda telah menginstall dan mengkonfigurasi Squid sebagai proxy server, langkah-langkah berikut akan kami contohkan cara menghubungkan host dengan proxy server guest.

Dengan WebMin, pilih bagian Servers - Squid Proxy Server untuk menambahkan acl yang membolehkan IP host (interface vboxnet1 dengan IP 10.1.1.10) supaya terhubung dengan proxy server. Pilih Access Control, pada tab Access control list tekan tombol Create new ACL dengan type Client Address, silahkan isi parameter misalnya;

ACL Name: admin
From IP: 10.1.1.10

Simpan acl yang baru saja dibuat...

Virtual Server


Berpindah ke tab Proxy Restrictions, pilih Add proxy restriction lalu isi parameter seperti contoh berikut;

Action: Allow
Match ACLs: admin

Simpan Proxy Restriction baru tersebut. Kembali ke tab Proxy Restrictions, atur supaya restriksi "Allow admin" berada diatas restriksi "Deny All" dengan cara menggeser tanda panah Move disebelah kanan.
Catatan: jika Anda menempatkan restriksi "Allow admin" di bawah "Deny All" maka host tidak akan bisa terhubung dengan proxy server...

Virtual Server


Silahkan terapkan perubahan, jika perlu Anda dapat mereboot virtual server terlebih dulu untuk menerapkan perubahan (seharusnya tidak perlu).

Lakukan pengujian, pada browser host, atur supaya browser menggunakan koneksi melewati proxy server, contoh konfigurasi pada Firefox;

Http Proxy: 10.1.1.1
Port: 8080 (catatan: sesuaikan dengan port proxy server yang Anda gunakan)
Aktifkan opsi: Use this proxy server for all protocols
Tambahkan pada opsi No Proxy for: 10.1.1.1:10000 (catatan: ini adalah IP dan port untuk mengakses WebMin)

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server


Silahkan Anda coba untuk browsing... jika berhasil itu artinya konfigurasi yang Anda lakukan sudah benar.


Mengatur Hostname dan DNS Client pada server virtual.

Langkah ini akan berguna jika Anda ingin menggunakan Bind DNS server pada server virtual. Tujuannya supaya domain yang dibuat dengan Bind pada server dapat diakses oleh browser host (catatan: browser harus menggunakan proxy server virtual).

Pada WebMin, pilih bagian Networking - Network Configuration - Hostname and DNS Client. Pada DNS servers, masukkan IP localhost (127.0.0.1) kedalam daftar DNS servers, contoh konfigurasi;

DNS servers:
127.0.0.1
8.8.8.8
8.8.4.4

Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya...

Virtual Server


Simpan konfigurasi lalu reboot virtual server. Dalam contoh ini, kami telah membuat sebuah domain "bojalinuxer.kom". Domain ini kami gunakan untuk mengakses Monitorix dan phpSysInfo untuk keperluan monitoring server.

Tangkapan layar berikut adalah contoh-contoh pemanfaatan virtual server yang kami buat...

Virtual Server

Monitorix


Virtual Server

phpSysInfo


Virtual Server

Bukan hanya browser, sistem Host juga dapat memanfaatkan Proxy server virtual


Virtual Server

Virtual Server

Memeriksa konfigurasi jaringan dengan perintah ifconfig baik di host maupun di guest




Video tutorial



Selamat mencoba...





Dipublikasikan di:
Virual Server, VirtualBox Server, Jaringan virtual, Linux, Ubuntu, Debian



UbuntOS X Theme Hadirkan Suasana Mac Di Ubuntu 12.10

Ubuntu 12.10 dirilis dengan menyertakan lingkungan desktop Gnome terbaru Gnome 3.6. Dengan engine GTK3 yang baru, penyesuaian-penyesuaian perlu dilakukan supaya sistem berjalan lebih optimal. Tidak terkecuali, sektor antar muka dengan kulit wajah yang dengan mudah kita menyebutnya theme pun perlu disesuaikan. Perlu kami ingatkan, memasang theme yang tidak cocok dengan versi GTK engine yang digunakan berpotensi memberatkan sistem, memacu penggunaan prosesor dan tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan sistem berhenti bekerja. Oleh karenanya, pastikan Anda menggunakan theme standart yang disertakan distro (Ambiance, Radiance atau Adwaita) dan jika ingin menggunakan theme dari pihak ketiga pastikan theme tersebut telah disesuaikan dengan GTK engine yang digunakan.

UbuntOS X
UbuntOS X theme merupakan update dari theme Macbuntu-Xii, sebuah theme yang menghadirkan suasana Mac OS X pada desktop Ubuntu Anda. Didominasi warna putih keabuan dengan kombinasi warna biru aquatic, UbuntOS X theme telah mengalami penyesuaian dari versi sebelumnya (Macbuntu-Xii theme) sehingga dapat berjalan baik pada lingkungan desktop Gnome 3.5/3.6 yang digunakan Ubuntu 12.10. Paket UbuntOS X theme meliputi theme Metacity, gtk3, gtk2, Unity, Gnome Shell dan Cinnamon.

Meski ditujukan bagi pengguna Ubuntu 12.10, UbuntOS X theme tidak menutup kemungkinan dapat digunakan pada distro lain, baik yang merupakan turunan Ubuntu 12.10 maupun distro-distro lainnya sepanjang menggunakan lingkungan desktop Gnome 3.5/3.6.

Untuk dapat menggunakan theme ini, dibutuhkan paket gtk3-engines-unico dan gtk2-engines-pixbuf terinstal pada sistem. bagi pengguna Ubuntu, paket gtk3-engines-unico secara default telah disertakan sehingga cukup menambahkan instalasi paket gtk2-engines-pixbuf. Untuk menginstal gtk2-engines-pixbuf, pastikan komputer telah terhubung dengan internet, jalankan terminal lalau ketik perintah berikut:

sudo apt-get install gtk2-engines-pixbuf

Untuk pengguna distro yang lain, silahkan sesuaikan cara yang digunakan untuk menginstal kedua paket gtk engine tersebut dengan metode instalasi paket sesuai distro yang digunakan.

Untuk menerapkan UbuntOS X theme, gunakan aplikasi Ubuntu Tweak atau menggunakan Gnome Tweak Tool yang dapat Anda instal lebih dulu dengan perintah berikut:

sudo apt-get install gnome-tweak-tool

Download paket UbuntOS X theme melalui link yang kami sediakan di bagian akhir artikel ini sehingga Anda mendapatkan file ubuntosx_v.3.x.G36.tar.gz. Sebagai root, extract file tersebut dengan Nautilus atau menggunakan command line yang biasa Anda gunakan sehingga mendapatkan folder bernama "ubuntosx" yang berisi file dan folder-folder theme UbuntOS X.

Jalankan Nautilus sebagai root dengan perintah berikut:

sudo nautilus

Dengan Nautilus yang terbuka, cari file ubuntosx_v.3.x.G36.tar.gz, klik kanan lalu pilih menu "Extract...". Copy paste folder "ubuntosx" hasil extract ke direktori /usr/share/themes. Periksa dan atur permission folder ubuntosx agar dapat digunakan oleh user lain dengan mengklik kanan folder lalu memilih menu "Properties". pada jendela Properties pilih tab "Permissions", atur supaya nampak seperti gambar berikut dan jangan lupa menekan tombol "Apply permissions to..."

UbuntOS X


Jalankan Ubuntu Tweak atau menggunakan Tweak Tool, pada pengaturan theme, pilih "ubuntosx" pada opsi Gtk theme/Gtk+ theme dan pada Window theme/Current theme. Untuk melengkapi supaya tampilan lebih berasa Mac OS X, silahkan gunakan ikon Macbuntu-Xii-Icon, Macbuntu-Xii-Cursor dan theme plymouth Paw-OSX.

UbuntOS X


Bagi pengguna Ubuntu 12.04 dan Ubuntu 11.10 yang masih menggunakan Gnome 3.4 dan Gnome 3.2 silahkan menggunakan theme Macbuntu-Xii. Cara pemasangan paket Macbuntu-Xii-Icon, Macbuntu-Xii-Cursor, paket tambahan lain serta untuk mendownload theme Macbuntu-Xii GTK 3.2/3.4 dapat merujuk pada artikel ini. Untuk cara pemasangan theme Plymouth dapat merujuk pada artikel Cara mengganti theme Plymouth secara manual.

Setelah theme, icon, cursor dan theme playmouth berhasil Anda ubah, Anda dapat menyusun dan menambahkan sesi UbuntOS X dengan mengkombinasikan penggunaan Gnome-panel dan Cairo-dock sehingga tampilan desktop akan semakin menyerupai desktop Mac OS X. Untuk membuat sesi UbuntOS X silahkan mengikuti panduan pada artikel Tampilan Mac OS X Ubuntu 12.04 LTS (UbuntOS X.

Berikut adalah tampilan UbuntOSX di Ubuntu 12.10 pada sesi berbeda:

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada sesi UbuntOS X

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada Unity

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada Gnome Shell

UbuntOS X
UbuntOS X theme pada Cinnamon



Link Download:

Selamat mencoba...



Dipublikasikan di:
UbuntOS X, Macbuntu, Macbuntu-Xii, Mac OS X, Ubuntu, Ubuntu 12.10, Ubuntu theme, Tutorial


Cara Menginstal Ubuntu 12.10 Quantal Quetzal

Ubuntu 12.10 Quantal Quetzal telah resmi dirilis 18 Oktober lalu. Membawa dukungan untuk teknologi terbaru, perangkat dan tentu juga paket-paket yang telah diupdate ke rilis paling baru. Fitur-fitur unggulan termasuk dukungan secure boot telah diadopsi Ubuntu 12.10 dengan disertakannya Grub2 versi 2.0. Unity 6.8 yang berjalan di atas Compiz 0.9.8 menjadi satu-satunya antar muka yang secara default dibundle bersama rilis terbaru Ubuntu.

Ubuntu 12.10
Menginstal Ubuntu 12.10 tergolong cukup mudah. Semua proses ditangani dengan antar muka garfis Ubiquity yang sangat bersahabat. Hal yang mungkin perlu diperhatikan lebih serius adalah pada proses penyiapan partisi. Pengguna baru yang sebelumnya belum pernah menginstal sistem operasi Linux apapun sebaiknya mencermati dan mempelajari proses pembuatan partisi untuk menghindari risiko kehilangan data atau terhapusnya sistem operasi lain yang sudah diinstal lebih dulu.

Bagi Anda yang belum memiliki installer Ubuntu 12.10 silahkan mendownloadnya melalui halaman download. Proses pemburningan ISO master Ubuntu dapat dipelajari melalui halaman resmi ini, dan bagi yang ingin membuat master melalui USB Flash disk silahkan mempelajarinya melalui halaman ini.

Bagi pemula, backup file-file dan dokumen penting Anda lebih dulu ke media lain  seperti flash disk, HD lain atau CD/DVD. Ini sebagai langkah aman dari risiko kehilangan data jika Anda melakukan kesalahan selama proses instalasi. Perlu diingat, data dan file-file yang Anda hapus selama proses instalasi tidak dapat dikembalikan lagi.

Jika Anda akan menginstal Ubuntu 12.10 bersama sistem operasi lain, pastikan Anda telah memiliki sebuah partisi kosong secukupnya yang sudah tidak berisi data/file penting, meskipun tanpa menyiapkan partisi, Ubuntu dapat diinstal bersama OS lain dengan mode alongside namun pada tutorial ini kami tidak merekomendasikan cara tersebut.

Jalankan Live DVD / Live USB desktop Ubuntu 12.10. Pada layar Welcome silahkan pilih "Try Ubuntu" untuk memastikan apakah Ubuntu dapat berjalan baik pada perangkat yang Anda gunakan...

Ubuntu 12.10

Anda akan dibawa ke desktop Ubuntu dengan antar muka Unity tanpa proses instalasi. Silahkan Anda nikmati sistem operasi Ubuntu yang dijalankan secara langsung ini, jika sudah yakin ingin menginstalnya ke dalam hardisk, klik ganda pada ikon "Install Ubuntu 12.10" yang terdapat pada desktop...

Ubuntu 12.10

Pada layar pemilihan bahasa, silahkan pilih bahasa yang akan Anda gunakan atau biarkan dalam pilihan default (english). Tekan tombol "Continue" untuk melanjutkan proses...

Ubuntu 12.10

Halaman persiapan menginstall Ubuntu akan memeriksa kesiapan perangkat meliputi kapasitas Hardisk dan koneksi internet jika ada...

Ubuntu 12.10

Pada tahap ini, jika komputer yang Anda gunakan memiliki koneksi internet cukup cepat maka Anda dapat memilih opsi untuk menginstal software-software dari pihak ketiga atau mendownload dan menginstal update jika sudah tersedia. Namun kami tidak menyarankan untuk melakukan hal tersebut karena akan membuat proses instalasi berjalan lebih lama, dan sebaiknya putuskan koneksi internet terlebih dahulu selama proses instalasi...

Ubuntu 12.10

Tekan tombol "Continue" untuk melanjutkan proses...

Pada layar "Installation type" Ubuntu akan mendeteksi sistem operasi yang sudah ada pada komputer. Pada tutorial ini kami akan menyusun partisi secara manual karenanya silahkan pilih opsi "Something else"...

Ubuntu 12.10

Susunan partisi pada hardisk akan dibaca, pada contoh ini kami telah memiliki sistem operasi Ubuntu lain pada hardisk dan akan menggantinya dengan Ubuntu 12.10 sehingga kami akan menghapus partisi-partisi lama tersebut. Bagi Anda yang akan menginstal bersama sistem operasi lain maka akan melihat partisi OS tersebut dan juga partisi lain yang sudah ada termasuk partisi yang Anda siapkan untuk instalasi Ubuntu. pada langkah ini berhati-hatilah supaya tidak salah memilih partisi yang akan digunakan karena jika salah meilih maka semua isi partisi tersebut akan dihapus dan tidak dapat dikembalikan lagi.

Pilih dengan hati-hati partisi yang akan digunakan lalu tekan tombol "-" (minus) untuk menghapus partisi sehingga Anda akan memperoleh sebuah "free space"...

Ubuntu 12.10

Setelah memiliki free space, kini saatnya menyusun partisi Ubuntu 12.10. Pilih pada free space lalu tekan tombol "+" untuk membuat partisi baru. Partisi pertama yang akan kita buat adalah partisi "/". Pada jendela Create partition, tentukan ukuran partisi yang akan dibuat pada opsi "Size:". Ukuran partisi dibuat dalam satuan MB (Mega Byte), pada contoh ini kami membuat partisi dengan ukuran 11000 MB atu sekitar 10 GB, silahkan sesuaikan kapasitas partisi dengan kebutuhan dan kapasitas hardisk yang Anda miliki. Pada ospi "Mount point:" silahkan pilih "/" dalam menu dropdown. Pada opsi-opsi yang lain biarkan pada pilihan default, tekan "OK" untuk membuat partisi "/"...


Ubuntu 12.10

Pilih kembali pada free space yang masih ada. Partisi kedua yang akan kita buat adalah partisi swap. Tekan tombol "+", pada jendela Create partition, tentukan ukuran partisi yang akan dibuat pada opsi "Size:". Ukuran partisi dibuat dalam satuan MB (Mega Byte), pada contoh ini kami membuat partisi dengan ukuran 1024 MB atu sekitar 1 GB, silahkan sesuaikan kapasitas partisi dengan kebutuhan dan kapasitas hardisk yang Anda miliki. Pada ospi "Use as:" silahkan pilih "swap area" dalam menu dropdown. Pada opsi-opsi yang lain biarkan pada pilihan default, tekan "OK" untuk membuat partisi "Swap"...

Ubuntu 12.10

Partisi yang akan kita buat berikutnya adalah partisi home. Partisi ini bersifat opsional yang artinya Anda tidak harus membuatnya secara terpisah dengan partisi "/". Namun kami sangat menyarankan Anda memisahkan partisi "/home" dengan partisi "/", ini akan berguna jika suatu saat Anda akan menginstal ulang Ubuntu supaya tidak perlu bersusah payah membackup data dan file-file penting yang ada dalam home. Tekan tombol "+", pada jendela Create partition, tentukan ukuran partisi yang akan dibuat pada opsi "Size:". Ukuran partisi dibuat dalam satuan MB (Mega Byte), pada contoh ini kami membuat partisi dengan ukuran 9451 MB atu sekitar 9 GB atau seberapapun sisa ruang kosong yang masih ada. Pada ospi "Mount point:" silahkan pilih "/home" dalam menu dropdown. Pada opsi-opsi yang lain biarkan pada pilihan default, tekan "OK" untuk membuat partisi "/home"...

Ubuntu 12.10

Semua partisi yang dibutuhkan sudah siap, tekan tombol "Install Now" untuk memulai proses instalasi Ubuntu 12.10...

Ubuntu 12.10

Langkah-langkah selanjutnya Anda hanya tinggal menentukan kota tempat tinggal pada halaman "Where are you?", menentukan keyboard layout pada halaman "Keyboard layout" yang sebaiknya biarkan pada pilihan default dan mengisi identitas pribadi Anda pada layar "Who are you?", lihat gambar-gambar berikut untuk lebih jelasnya...



Ubuntu 12.10

Ubuntu 12.10

Ubuntu 12.10

Selesai menentukan semuanya, Anda tinggal menunggu proses instalasi diselesaikan...

Ubuntu 12.10

Sebuah pemberiatahuan "Installation Complete" menandakan instalasi sudah selesai dan Anda dapat segera merestart komputer...

Ubuntu 12.10

Komputer akan segera dinyalakan kembali. Jika Anda menginstal Ubuntu bersama sistem operasi lain maka menu grub akan ditampilkan supaya Anda dapat memilih OS apa yang akan Anda jalankan. Pilih "Ubuntu" untuk mejalankan Ubuntu yang baru saja Anda instal. Pada layar login LightDM masukkan password yang sudah Anda buat saat instalasi lalu tekan enter...

Ubuntu 12.10

Anda akan dibawa ke desktop Ubuntu dan sistem sudah siap digunakan...

Ubuntu 12.10


Selamat mencoba...




Dipublikasikan di:
Tutorial menginstal Ubuntu, Ubuntu 12.10 Final, Ubuntu Quantal Quetzal, Ubuntu terbaru, Linux, Download Ubuntu Terbaru, Download Linux


Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS